Washington, Minggu - Selain lezat dimakan, brokoli memang sejak lama dikenal sebagai sayuran berkhasiat. Sebagaimana sayuran lainnya yang masuk keluarga ’cruciferous’ seperti kobis, kobis bunga (cauliflower) atau sengkuang, brokoli juga terkenal sebagai sayuran yang kaya dengan agen anti kanker.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa brokoli mengandung sebuah senyawa bernama sulforaphane, yang berkhasiat melawan kanker. Khasiat brokoli ternyata tak sebatas pada masalah kanker semata. Hasil sebuah studi menyebutkan bahwa kandungan yang terdapat dalam sayuran berbentuk pohon beringin kecil ini juga berpotensi mengobati sejenis penyakit kulit.
Para ahli di Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore, Maryland, belum lama ini mengungkapkan bahwa sulforaphane menunjukkan prospek menjanjikan dalam pengobatan kelainan kulit yang disebabkan faktor genetika yang disebut epidermolysis bullosa simplex (EBS).
Temuan ini diungkap Pierre Coulombe beserta koleganya dalam pertemuan tahunan American Society for Cell Biology ke-47.
Sejauh ini, para ahli belum menemukan model pengobatan efektif untuk jenis penyakit yang terbilang jarang ini. Kerja keras dan penelitian lanjutan juga masih harus dilakukan hingga sulforaphane benar-benar dapat diuji secara klinis kepada pasien EBS.
Walau begitu, Coulombe dalam pernyataannya menekankan bahwa ekstrak brokoli, yang kaya akan kadar sulforaphane, terbukti aman terhadap kulit manusia.
EBS adalah kelainan kulit bawaan yang ditandai dengan munculnya lesi (luka atau jaringan yang rusak) berisi cairan yang disebut bullae pada kulit akibat gesekan atau trauma.
Sumber: AFP
Penulis: acandra
Thursday, January 8, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
